Akademisi Fapet UNIPA Ir. Abdul Rahman Ollong, S.Pt., M.Sc., IPM Selesaikan Ujian Tertutup Doktor di UGM, Teliti Nanoemulsi Minyak Buah Merah pada Ayam Broiler

Yogyakarta, 22 September 2026 — Ir. Abdul Rahman Ollong, S.Pt., M.Sc., IPM. , akademisi Fakultas Peternakan Universitas Papua (Fapet UNIPA), telah menyelesaikan Ujian Tertutup Program Doktor Ilmu Peternakan di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Selasa, 22 September 2026, pukul 13.00 WIB.

Ir. Abdul Rahman Ollong setelah pelaksanaan Ujian Tertutup Program Doktor Ilmu Peternakan di Fakultas Peternakan UGM
Dokumentasi Ir. Abdul Rahman Ollong, S.Pt., M.Sc., IPM. setelah pelaksanaan Ujian Tertutup Program Doktor Ilmu Peternakan di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Selasa (22/9/2026).

Dalam ujian tersebut, Abdul Rahman Ollong mempertahankan disertasi berjudul “Efikasi Nanoemulsi Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.) sebagai Aditif Pakan dengan Melihat Pengaruhnya terhadap Kinerja, Histomorfologi Usus Halus, dan Profil Darah Ayam Broiler.”

Penelitian tersebut mengangkat potensi minyak buah merah (Pandanus conoideus Lam.), salah satu sumber daya hayati yang erat dengan Papua, dengan mengembangkannya dalam bentuk nanoemulsi sebagai aditif pakan ayam broiler. Kajian dilakukan mulai dari optimasi formulasi dan pengujian karakteristik biologis hingga evaluasi respons ayam broiler melalui berbagai indikator produksi dan fisiologis.

Optimasi Nanoemulsi Minyak Buah Merah

Salah satu tahapan penting penelitian adalah optimasi formulasi nanoemulsi minyak buah merah. Formula yang diperoleh dalam proses optimasi terdiri atas 10% PEG 400, 80% Tween 80, dan 10% minyak buah merah.

Formula nanoemulsi minyak buah merah:

  • PEG 400: 10%
  • Tween 80: 80%
  • Minyak buah merah: 10%

Formulasi tersebut selanjutnya menjadi bagian dari rangkaian pengujian untuk mengevaluasi karakteristik dan aktivitas biologis nanoemulsi sebelum digunakan dalam kajian pada ayam broiler.

Pengujian Antibakteri dan Aktivitas Antioksidan

Penelitian juga mencakup pengujian aktivitas antibakteri terhadap beberapa kelompok bakteri. Pada pengujian berbasis optical density pada panjang gelombang 625 nm (OD625), konsentrasi yang dicatat dalam pengujian terhadap Escherichia coli adalah 1.500 µL/L, sedangkan terhadap Salmonella sebesar 3.000 µL/L.

Pengujian terhadap Lactobacillus menunjukkan adanya resistensi pada kondisi pengujian yang digunakan. Interpretasi hasil pengujian antibakteri dilakukan dengan mempertimbangkan perbedaan prinsip antara pembacaan OD, penentuan Minimum Inhibitory Concentration (MIC), dan pengukuran zona hambat.

Nilai OD dan MIC tidak dapat ditafsirkan hanya berdasarkan besar-kecilnya angka secara langsung. Pada pembacaan OD, tingkat kekeruhan berkaitan dengan pertumbuhan mikroorganisme, sehingga pola hasil dapat berbeda dari hasil penetapan MIC. Pada pengujian zona hambat, diameter zona hambat kontrol positif tercatat lebih besar dibandingkan perlakuan nanoemulsi. Temuan tersebut menjadi bagian dari evaluasi aktivitas antibakteri formulasi dan perlu ditafsirkan sesuai metode pengujian masing-masing.

Sementara itu, aktivitas antioksidan dievaluasi menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Pengujian menghasilkan nilai IC50 sebesar 109 ppm. Nilai tersebut digunakan sebagai salah satu parameter untuk menggambarkan kemampuan sampel dalam meredam radikal DPPH pada kondisi pengujian yang digunakan.

Ir. Abdul Rahman Ollong memaparkan penelitian nanoemulsi minyak buah merah dalam Ujian Tertutup Program Doktor di Fakultas Peternakan UGM
Ir. Abdul Rahman Ollong memaparkan hasil penelitian disertasinya dalam Ujian Tertutup Program Doktor Ilmu Peternakan di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada.

Evaluasi Kinerja Ayam Broiler

Setelah tahapan formulasi dan pengujian awal, penelitian mengevaluasi penggunaan nanoemulsi minyak buah merah sebagai aditif pakan melalui sejumlah parameter pada ayam broiler.

Variabel kinerja yang diamati meliputi water intake (WI), feed intake (FI), water-feed ratio (WFR), feed conversion ratio (FCR), dan indeks performa (IP). Penggunaan beberapa indikator tersebut memungkinkan respons ayam dievaluasi tidak hanya berdasarkan konsumsi pakan, tetapi juga konsumsi air, efisiensi penggunaan pakan, dan performa produksi.

Karkas dan Bagian Karkas

Evaluasi juga dilakukan terhadap karakteristik karkas dan bagian-bagian karkas. Bagian yang diamati meliputi paha atas, paha bawah, dada, punggung, sayap, dan ceker.

Pengamatan karkas digunakan untuk melengkapi informasi mengenai respons produksi ayam broiler setelah memperoleh perlakuan nanoemulsi minyak buah merah dalam pakan.

Morfometri Saluran Pencernaan dan Histomorfologi Usus

Salah satu fokus penelitian adalah mengevaluasi kondisi saluran pencernaan ayam broiler. Pengamatan morfometri dilakukan terhadap panjang dan lebar duodenum, jejunum, ileum, dan sekum.

Pada tingkat jaringan, penelitian mengevaluasi struktur vili dan kripta usus. Parameter yang diamati mencakup tinggi vili, lebar vili, lebar apikal vili, dan kedalaman kripta.

Pengamatan tersebut digunakan untuk menggambarkan karakteristik morfologi dan histomorfologi saluran pencernaan pada kelompok ayam yang diteliti. Hasilnya kemudian dianalisis bersama parameter performa dan parameter fisiologis lainnya.

Evaluasi Profil Darah

Aspek fisiologis ayam broiler dievaluasi melalui pemeriksaan profil darah. Parameter yang diamati meliputi jumlah sel darah merah (red blood cells/RBC), packed cell volume (PCV), jumlah sel darah putih (white blood cells/WBC), serta kadar hemoglobin (Hb).

Penggabungan parameter kinerja, karkas, saluran pencernaan, histomorfologi usus, dan profil darah memberikan dasar yang lebih luas untuk mengevaluasi respons biologis ayam broiler terhadap penggunaan nanoemulsi minyak buah merah sebagai aditif pakan.

Kolaborasi Keilmuan Peternakan dan Farmasi

Disertasi Abdul Rahman Ollong disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Zuprizal, DEA., ASEAN Eng. dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada sebagai Promotor.

Tim pembimbing juga terdiri atas drh. Bambang Ariyadi, M.P., Ph.D. dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada dan Dr.rer.nat. Ronny Martien, M.Si. dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada sebagai Ko-Promotor.

Keterlibatan keilmuan dari bidang nutrisi dan pakan ternak, produksi ternak, serta teknologi farmasi memberikan pendekatan multidisiplin dalam penelitian ini. Pendekatan tersebut menghubungkan pengembangan formulasi nanoemulsi dengan evaluasi respons biologis dan produksi pada ayam broiler.

Selama Ujian Tertutup, Abdul Rahman Ollong memaparkan hasil penelitiannya serta mengikuti pendalaman substansi disertasi dan diskusi bersama tim penguji. Ujian Tertutup merupakan salah satu tahapan akademik dalam rangkaian penyelesaian pendidikan pada Program Doktor Ilmu Peternakan Universitas Gadjah Mada.

Mengangkat Potensi Sumber Daya Lokal Papua

Pemanfaatan minyak buah merah dalam penelitian ini menghubungkan pengembangan teknologi pakan dengan sumber daya hayati Papua. Minyak buah merah tidak hanya digunakan sebagai bahan penelitian, tetapi dikaji melalui pendekatan formulasi nanoemulsi, pengujian aktivitas biologis, dan evaluasi respons pada ternak.

Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana sumber daya lokal dapat ditempatkan dalam penelitian peternakan melalui proses pengujian yang terukur, mulai dari formulasi hingga evaluasi pada tingkat organisme.

Bagi Fakultas Peternakan Universitas Papua, penyelesaian tahapan Ujian Tertutup ini diharapkan dapat mendukung pengembangan pendidikan dan penelitian, khususnya dalam bidang nutrisi dan pakan ternak, produksi unggas, pemanfaatan sumber daya lokal Papua, serta pengembangan inovasi berbasis bahan alam.

Keluarga Besar Fakultas Peternakan Universitas Papua mengucapkan selamat kepada Ir. Abdul Rahman Ollong, S.Pt., M.Sc., IPM. atas penyelesaian Ujian Tertutup Program Doktor Ilmu Peternakan di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada.

Semoga tahapan akademik selanjutnya dapat berlangsung dengan baik, serta hasil penelitian yang telah dilakukan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu peternakan, inovasi teknologi pakan, produksi unggas, dan pemanfaatan sumber daya lokal Papua.


Fakultas Peternakan Universitas Papua
Manokwari, Papua Barat