Ditulis pada tanggal 27 January 2026

Manokwari, 26 Januari 2026 – Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Papua kembali menyelenggarakan Kuliah Umum sebagai tradisi mengawali perkuliahan semester baru. Kegiatan ini menghadirkan Dekan Fapet UNIPA, Prof. Dr. Ir. Andoyo Supriyantono, M.Sc., sebagai narasumber utama dengan topik: “Upaya Peningkatan Mutu Genetik Sapi Bali di Papua Barat”.

Dalam paparannya, Prof. Andoyo menyoroti kondisi fenotipe Sapi Bali yang ada di Papua. Berdasarkan pengamatan, terdapat penyimpangan sifat kualitatif dibandingkan standar asli, meskipun dalam skala kecil.

“Secara umum, Sapi Bali di Papua memiliki beberapa parameter fisik yang mulai menyimpang dari ciri aslinya. Hal ini terlihat pada variabel Tinggi Gumba (TG), Panjang Badan (PB), dan Lingkar Dada (LD) jika mengacu pada SNI 7355:2008,” jelas Prof. Andoyo.

Lebih lanjut, beliau mengungkapkan tantangan terkait kemurnian genetik. Melalui analisis DNA dan hemoglobin, ditemukan indikasi bahwa populasi sapi di luar Pulau Bali telah mengalami persilangan (cross-breeding). Sebagai solusi, beliau menekankan pentingnya langkah strategis ke depan.

 

Manokwari, January 26, 2026 – The Faculty of Animal Science (Fapet) at the University of Papua (UNIPA) held its traditional public lecture to mark the commencement of the new semester. The event featured the Dean of Fapet UNIPA, Prof. Dr. Ir. Andoyo Supriyantono, M.Sc., who delivered a keynote address titled: “Efforts to Improve the Genetic Quality of Bali Cattle in West Papua.”

During his presentation, Prof. Andoyo highlighted the current phenotypic condition of Bali cattle in Papua. Observations indicate minor deviations in qualitative traits when compared to original breed standards.

“In general, several physical parameters of Bali cattle in Papua are beginning to diverge from their original characteristics. This is evident in variables such as shoulder height (withers height), body length, and heart girth, particularly when measured against the SNI 7355:2008 standards,” Prof. Andoyo explained.

Furthermore, he addressed the challenges regarding genetic purity. DNA and hemoglobin analyses suggest that cattle populations outside of Bali have undergone cross-breeding. To address this, he emphasized the urgent need for strategic interventions to preserve and enhance the breed’s genetic integrity.